Format Penulisan TI-UTY
Haha… bagi teman ku Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta yang lagi pada sibuk mo KP ato PTA serta yang dah selesai pendadaran mo ngurusin yudisium n wisuda, patut baca ini biar g ketinggalan berita.
Bagi yang mo KP ato PTA dalam penulisan proposal formatnya harus benar n prosedur untuk ngajuin PTA juga harus diperhatikan biar g ada salah paham antar sesama mahasiswa, nti malah bingung to? Trus bagi yang sudah lulus pendadaran salah satu syarat Yudisium adalah ngumpulin naskah publikasi n dari naskah publikasi yang kamu bwt tuh masih salah so dari pada kamu bolak-balik revisi naskah publikasi dah dijilid n harus dibongkar lg mending dunlud aja format naskah publikasi yg bener. ni aq kasih contoh format penulisan naskah publikasi yg benar.
Contoh format ini valid karena asli dari sumber yagn berkompeten hehe…. Silahkan dunlud aja disini!
Naskah PublikasiPanduan Umum PenulisanFormat ProposalProsedur Tugas Akhir
Mudah-mudahan bermanfaat n klo ada keluhan kirim comment aja yo….
Pusing Mikirin Google Adsense? Ganti Saja !!!
Pernah mencoba mendaftar google adsense tapi gak di accept? aq lah orangnya he..he.., dah berkali-kali aq daftar n dah lama juga nunggu tapi g di accept, wah BeTe banget…, tapi sekarang dah g cos q dpt sesuatu dari situsnya romi satria wahono. Kalian semua punya friendster kan?? situs narsis yang kita rela berhari-hari mantengin cuma buat nampilin satu halaman yg isinya photo ma profil, nah gimana caranya biar punya profil narsis macam friendster tapi dibayar? nah ini jawabannya : Yuwie.
Apa itu yaitu Yuwie ?.
Yuwie adalah sebuah situs persahabatan dan pertemanan, atau yang biasa disebut Social Networking seperti Friendster (tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan banyak teman di seluruh dunia), bedanya di Yuwie kita bisa sekaligus memperoleh penghasilan uang dollar seperti layaknya kita menggunakan adsense.
Darimana Yuwie membayar kita?
Prinsipnya mirip google adsense lah, mereka membagi profit dengan kita yang didapat dari iklan yang dipasang di situs2 tersebut. Seperti halnya juga media koran yang ada iklannya, disini halaman profil kita ibaratkan saja koran yang ada iklannya, nah tentunya kita sebagai pemilik koran (profil kita) pasti dapet dong uang dari iklannya. Nah gitu.
Pembayaran dilakukan atas aktivitas yang kita lakukan. Mulai dari login, edit profile, upload foto, mengirim dan menjawab pesan, memberi komentar, isi buku tamu, lihat profile orang lain, mencari teman, bergabung dengan forum diskusi, membuat grup sendiri, mengisi blog dengan topik, dan lain-lain. Cara lainnya adalah dengan membuat referral yang banyak, referal adalah referensi orang agar ikut join ke komunitas yuwie terserbut.
Trus, berapa kira-kira penghasilan kita?
Setiap halaman yang di lihat (page view), semua itu akan dihitung 1 (satu) dan akan dijumlahkan. Misalnya kamu mengajak 3 orang teman dan teman kamu masing-masing mengajak 3 orang juga sepanjang 10 level. Kamu dan mereka melakukan klik di Yuwie hanya 1.000 view tiap bulan, maka perhitungannya :
§ Kamu 10 % x $ 0.5 = $ 0.05
§ Level 1 10 % x 3x $ 0.5 = $ 0.15
§ Level 2 10 % x 9 x $ 0.5 = $ 0.45
§ Level 3 10 % x 27 x $ 0.5 = $ 1.35
§ Level 4 4 % x 81 x $ 0.5 = $ 1.62
§ Level 5 4 % x 243 x $ 0.5 = $ 4.86
§ Level 6 4 % x 729 x $ 0.5 = $ 14.58
§ Level 7 4 % x 2187 x $ 0.5 = $ 43.74
§ Level 8 4 % x 6561 x $ 0.5 = $ 131.22
§ Level 9 10 % x 19683 x $ 0.5 = $ 984.15
§ Level 10 30 % x 59049 x $ 0.5 = $ 8857.35
Total = $ 10,039.52
Penghasilan kamu di Yuwie ditentukan oleh berapa banyak Page Views yang bisa kamu dapat. Rinciannya, setiap kali seseorang membuka halaman dibawah ini, berarti kamu mendapat 1 page view :
- Profile page kamu
- Blog pages kamu
- Halaman view all your friends
- Halaman view all your comments
- Halaman-halaman your pictures
- Halaman-halaman your video pages
- Bila seseorang view shared layout kamu
Semua aktivitas kita dalam Yuwie juga mendapatkan poin yang bernilai dollar diantaranya:
- Jika kamu melakukan segala aktifitas di control panel (edit profil, upload foto/video, kirim pesan, buat blog, add teman, melihat profil orang lain, dan masih banyak lagi lainnya).
- Jika refferal kamu melakukan aktifitas di Yuwie
- Jika profile kamu dilihat oleh member yang lainnya (jadi buatlah profil kamu semenarik mungkin).
- Jika orang lain memberi comment di profil kita.
- Jika orang lain melihat teman kita (jadi nanti banyak-banyaklah add teman). Tidak usah bingung, kamu bisa langsung mulai dari sekarang add teman sebanyak-banyaknya.
- Jika orang lain melihat foto yang telah kita upload.
- Jika kamu merubah layout dari profil kamu!!!
Cara Mendaftarnya???
Silahkan login ke halaman ini, http://r.yuwie.com/tyovw, (Pastikan alamatnya benar)
Lalu pilih SIGN UP,
Kemudian isikan formulir pendaftaranya dengan data kamu, gampang kan?
Sumber : Artikel Ilmukomputer.com oleh Renggatama
Pakai Earphone, Beresiko Tuli
Peringatan bagi pengguna iPod yang sulit mengeluarkan earphone bawaan pemutar musik itu dari liang telinga mereka (karena tidak mau berhenti mendengarkan musik)! Dengarkan apa laporan raksasa EU Eropa yang bertajuk “Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks”.
Menurut EU, riset yang dilakukannya memperlihatkan bahwa mereka yang mendengarkan MP3 player-nya selama lebih dari lima jam per hari pada volume tinggi (89 desibel tepatnya) beresiko kehilangan pendengaran dalam tempo lima tahun. “Temuan sains ini menunjukkan resiko yang jelas dan kami perlu memberikan reaksi dengan cepat,” kata Meglena Kuneva (EU Consumer Affairs Commissioner).
Ia menambahkan,”Yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kepedulian konsumen dan menyajikan informasi ini ke publik. Kami juga perlu memperhatikan kontrol-kontrol untuk memastikan mereka benar-benar efektif dan seiring dengan teknologi baru.”
Lho, bukannya volume maksimal pada iPod sudah diturunkan, sehingga masalah ini seharusnya tidak mengemuka lagi? Hmm, ternyata tidak demikian. Earphone yang dibundelkan produsen sebenarnya bermasalah.
Earphone yang dibundelkan tidak cuma tidak nyaring, bulat, dan jelas suaranya, tetapi juga bocor begitu parahnya sehingga terdengar dari jarak tiga meter. Namun agar bisa menikmati musik saat di dalam bus atau di jalan yang agak ramai, Anda tetap perlu mengencangkan volumenya sampai batas atas.
Jadi para pembaca, kabarkan pada rekan, sahabat, teman, mitra kerja, kerabat dan juga tentunya Anda sendiri bahwa menjejalkan earphone ke liang telinga perlu pengendalian diri. Jika tidak, jangan salahkan siapa-siapa jika kelak pendengaran Anda makin memburuk, alias tuli.
Menjaga Kesehatan Mata di Depan Komputer
Mata kelelahan (astenopia) banyak diderita oleh orang yang menggunakan komputer dalam waktu lama. Keluhan yang kerap dialami penderita antara lain mata tak nyaman, iritasi, panas, mengantuk, cepat lelah, mengantuk, mata merah, serta berarir. Gejala tersebut juga diikuti oleh sakit kepala, pegal di sekitar bahu, punggung, dan pinggang, bahkan vertigo.
Pada pengguna komputer, astenopia terjadi karena kelelahan mata akibat memusatkan pandangan pada komputer, di mana obyek yang dilihat terlalu kecil, kurang terang, atau bergerak. Biasanya mata menjadi kurang berkedip, sehingga penguapan air mata meningkat dan mata menjadi kering.
Untuk menghindari efek negatif tersebut, berikut acuan yang perlu diperhatikan.
1. Hindari pantulan
Pindahkan letak layar monitor Anda jika terdapat pantulan, entah itu sinar matahari atau lampu. Idealnya di belakang kursi Anda terdapat dinding sehingga tidak ada pantulan. Jika tidak memungkinkan, tutup tirai jendela saat matahari terik atau geser layar monitor Anda.
2. Posisi layar monitor komputer seharusnya berada di bawah level mata.
3. Atur pencahayaan
Menggunakan komputer di bawah cahaya yang terlalu terang atau terlalu gelap tidak disarankan. Sebaiknya cahaya berasal dari atas dan tidak menimbulkan bayangan. Cahaya yang berasal dari belakang monitor akan membuat mata cepat lelah karena mata harus fokus pada dua sumber cahaya sekaligus, yakni lampu dan layar monitor.
4. Bersihkan layar monitor
Secara berkala bersihkan layar monitor untuk mengurangi muatan elektrostatik.
5. Atur jarak fokus ke monitor, kurang lebih sekitar 30 cm.
6. Aturlah objek atau bahan yang akan diketik di samping layar monitor. Hal ini untuk mengurangi gerakan mata dan kepala.
7. Istirahat tiap dua jam
Setiap bekerja di depan komputer selama satu sampai dua setengah jam, mata perlu beristirahat 10-20 menit.
Sumber : kompas Cybermedia
Kualitas Lulusan Informatika dan Komputer di Indonesia Masih Rendah
Sekreratris Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Indonesia Tri Kuntoro Priyambodo mengatakan, kualitas daya saing lulusan perguruan tinggi sarjana ataupun diploma dari Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia untuk program informatika dan komputer masih rendah.
“Saya pikir perbedaan penamaan mata kuliah dan esensi mata kuliah dalam program teknologi informatika dan komputer oleh masing-masing PT di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pola pendidikan dan pengajaran yang dilakukan masing-masing akademisi, sehingga akan berpengaruh terhadap kualitas lulusannya”, katanya Jumat dalam Munas APTIKOM di Bandung.
Tri Kuntoro P yang juga Direktur eksekutif Pusat Pengembangan eGovernment Universitas Gajah Mada, mencatat 2.500 orang lulusan PT pertahun pada program Teknologi informatika dan komputer di Indonesia belum mampu melakukan berbagai aplikasi mata kuliah dengan baik setelah berhadapan dengan lapangan kerja.
“Hal itu sebagai salah satu penyebab kurangnya penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja berkemampuan tinggi dalam bidang informatika dan komputer yang menyebabkan kalahnya persaingan penyerapan tenaga kerja lokal dengan tenaga asing,” katanya.
Melalui Munas APTIKOM ini, diharapkan akan terjadi kesamaan persepsi dan kesamaan pemahaman terhadap kurikulum serta muatan lainnya untuk penciptaan kondisi lulusan berkualitas yang diharapkan mampu bersaing dengan SDM dari luar negeri.
“APTIKOM diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang dapat mensinergikan e-Government, e-Learning, Bisnis Industri dan e-Education sebagai cita-cita pemerintah untuk menciptakan blue print pengembangan SDM Indonesia yang tangguh,” ucapnya.
Saat ini empat dari sebanyak 350 perguruan tinggi anggota APTIKOM yakni ITB, UGM, UI dan ITS yang tergabung dalam APTIKOM diserahi berbagai tugas untuk mengembangkan kurikulum dan kualitas pendidikan dan pengajaran dalam bidang tekhnologi informatika dan komputer, berupa Tekhnologi Inkubator Park (TIP).
TIP sendiri berindikator peningkatan mutu manajeman dan penjalinan kerjasama dengan berbagai pihak sebagai stimulus untuk penciptaan lulusan yang handal dan pemanfaatan lulusan untuk mampu berkiprah dalam dunia kerja sesuai harapan perusahaan-perusahaan pemanfaat tenaga kerja.
Lucky Adhie, dosen teknologi informasi sebuah universitas swasta di Bandung berharap agar terbentuk Komisi Pembelajaran secara nasional untuk menciptakan kualitas lulusan program informatika dan komputer yang berkualitas.
“Saat ini kebutuhan perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi di Indonesia sangat tinggi, namun kualitas serta kemampuan lulusan dalam mengaplikasikan mata kuliah di lapangan kerja masih rendah”, katanya.
Mensiasati hal itu pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai pihak terutama perusahaan-perusahaan asing seperti Microsoft dan Oracle dengan memberikan berbagai pelatihan dan pendidikan yang mendukung pemenuhan kualitas sumber daya manusia sejak 2004.
sumber : kapanlagi.com
Meraih Kesuksesan Sejati
Ternyata, harta, pangkat, jabatan yang seringkali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya seringkali menjerumuskan orang pada kesesatan.
Semoga Allah Yang Mahaagung mengaruniakan kepada kita kehati-hatian atas kesuksesan, karena orang yang diuji dengan kegagalan ternyata lebih mudah berhasil dibandingkan mereka yang diuji dengan kesuksesan.
Banyak orang yang tahan menghadapi kesulitan, tapi sedikit orang yang tidak tahan ketika menghadapi kemudahan. Ada orang yang bersabar ketika tidak mempunyai harta, tapi banyak orang yang tidak bisa mengendalikan diri saat dikaruniai harta yang melimpah. Ternyata, harta, pangkat, jabatan yang seringkali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya seringkali menjerumuskan orang pada kesesatan.
Apa sebenarnya kesuksesan itu? Boleh jadi setiap orang memiliki paradigma berbeda mengenai kesuksesan. Namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan sebagai keberhasilan akan tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan. Dalam pandangan Islam, kesuksesan tidak sekadar aspek dunia belaka, tapi menyentuh pula aspek akhirat.
Kesuksesan, setidaknya mencakup lima hal. Pertama, kalau aktivitas yang kita lakukan menjadi suatu amal. Apalah artinya kita banyak berbuat kalau tidak bernilai amal. Kedua, bila nama kita semakin baik. Apalah artinya kita mendapatkan uang, mendapatkan harta atau kedudukan kalau nama kita coreng-moreng. Ketiga, kalau kita terus bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan. Apalah artinya jika harta bertambah, tetapi ilmu dan pahala tidak bertambah. Bila ini yang terjadi, kita hanya akan terjebak oleh harta yang kita miliki.
Keempat, kita disebut sukses kalau kita dapat menjalin silaturahmi dengan orang lain, sehingga bertambah saudara. Apalah artinya mendapatkan uang dan kedudukan tetapi musuh kita bertambah banyak. Dengan terjalin silaturahmi, insya Allah akan semakin banyak orang yang mencintai kita. Bila orang sudah cinta, maka ia akan mengerahkan ilmunya untuk menambah ilmu kita, mencurahkan wawasannya untuk mengembangkan wawasan kita, serta memberikan tenaga dan hartanya untuk melindungi kita.
Kelima, kita disebut sukses bila pekerjaan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya”. Semakin banyak menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain, maka semakin sukseslah diri kita.
Pada hakikatnya kesuksesan itu milik setiap orang. Yang menjadi masalah, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan itu. Setidaknya ada tujuh formula yang dapat kita lakukan untuk meriah kesuksesan tersebut. Saya menyebutnya dengan 7B. Ketujuh teknik ini harus ada semuanya, jika salah satu tidak ada maka, belum bisa dikatakan sebuah kesuksesan.
Pertama, beribadah dengan benar. Ibadah adalah fondasi dari niat, fondasi dari track yang akan kita buat. Siapapun yang ingin membangun kesuksesan, ia harus memperbaiki ibadahnya. Perbaiki, terus perbaiki ibadah. Siapa yang akan membimbing kita jika ibadah kita buruk? Siapa yang akan melindungi kita dari ketergelinciran kalau ibadah kita tidak jalan? Bukankah Allah Swt. berjanji akan menolong orang-orang yang ibadahnya baik. Intinya, ibadah adalah fondasi yang akan membuat kita agar senantiasa terjaga dalam jalur yang tepat.
Kedua, berakhlak baik. Akhlak yang baik adalah bukti dari ibadah yang benar. Apapun yang kita lakukan, kalau dilandasi akhlak yang buruk niscaya akan berakhir dengan kehancuran. Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu? Rumusnya sangat sederhana yaitu merespons segala sesuatu dengan sikap yang terbaik; merespons kesulitan, merespons kesenangan, pujian, ataupun penghinaan, merespons sehat, sakit, sukses, gagal dengan sikap terbaik.
Ketiga, belajar tiada henti. Karena itu, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah apakah kita menyukai proses belajar? Setiap hari masalah kita terus bertambah, kebutuhan bertambah, dan situasi berubah. Bagaimana mungkin kita menyikapi situasi yang terus berubah dengan ilmu yang tidak bertambah!.
Keempat, bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Curahan keringat tak selalu identik dengan kesuksesan. Berpikir cerdas adalah merupakan bagian dari kerja keras. Pada prinsipnya, sebuah hasil yang maksimal akan diraih bila kita mampu mengaktualisasikan ibadah, akhlak, dan ilmu kita dalam pekerjaan yang berkualitas.
Kelima, bersahaja dalam hidup. Ini adalah poin yang sangat penting. Betapa banyak orang yang bekerja keras dan mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia tidak dapat mengendalikan dirinya. Bersahaja itu bukan sederhana, bersahaja itu bukan miskin, bersahaja adalah menggunakan sesuatu sesuai keperluan. Kenapa kita harus bersahaja? Dengan bersahaja kita akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tidak diperbudak keinginan.
Keenam, bantu sesama. Selalu membantu orang lain adalah tanda kesuksesan. Kalau kita memiliki rumah yang lapang, maka harus ada upaya untuk menampung orang lain, misalnya menampung anak-anak yatim. Kita harus gigih agar kelebihan yang kita miliki dapat menjadi nilai tambah bagi sesama.
Ketujuh, bersihkan hati selalu. Bila hati kita berpenyakit, maka akan tumbuh rasa ujub, ria, sum’ah, takabur, dan lainnya. Kondisi ini akan membuat amal-amal kita tidak berarti; tidak indah lagi di dunia dan tidak berkah lagi untuk akhirat. Allah Swt. berfirman, Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (QS. Asy-Syu’ara: 88-89).
Andaikata formula ini kita lakukan dengan baik, Insya Allah akan berdampak untuk kesuksesan diri kita, berdampak pada lingkungan kita, dan pada saat yang sama berdampak pula pada kesuksesan di akhirat. Wallahu a’lam bishawab
sumber : MQ media online
Kelemahan Programer Muda
Salah satu kesalahan yang banyak ditemui terhadap programer baru yang masih muda adalah kurangnya wawasan tentang teori dan apa-apa yang sudah dikerjakan oleh orang lain. Seringkali ketika diberikan sebuah tugas, sang programer ini dengan gagahnya langsung cepat-cepat melakukan pengodean (coding). Dia tidak mau mencari informasi tentang berbagai solusi yang mungkin telah ditemukan orang untuk mengatasi masalah atau tugas yang diberikan kepadanya.
Saya ambil sebuah contoh, pencarian (searching) sebuah data tertentu dalam sebuah kumpulan data. Sebagian besar programer muda ini langsung membuat loop “for” atau “while” yang menelusuri kumpulan data tersebut. Dia tidak peduli tentang struktur data dari kumpulan data tersebut (yang bisa jadi berupa array, tree, graph). Strategi yang dipilihnya pun asal-asalan. Dia tidak mau memikirkan apakah lebih baik menggunakan Depth First Search (DFS) atau Breadth First Search (BFS). Padahal di luar sana sudah banyak literatur yang membahas tentang search beserta aplikasi-aplikasinya. Selain masalah pencarian, masalah lain yang mirip adalah pengurutan (sorting). Akibat dari ketidaktahuan ini seringkali sang programer membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan solusinya.
Jika sudah berhasil membuat solusinya pun, ternyata solusi yang dibuat oleh sang programer ini tidak efisien. Programnya bisa jalan untuk data yang jumlahnya sedikit. Begitu jumlah data dinaikkan, program menjadi tidak jalan, atau membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugasnya. Bayangkan, ada aplikasi yang membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk melakukan sorting. Hal ini sering disebabkan kesalahan dalam pemilihan struktur data beserta algoritma yang digunakan untuk memproses data tersebut.
Solusinya, sering-sering baca buku,jurnal, dan teori-teori pemrograman untuk menemukan solusi yang lebih baik. Jika kesalahan di atas disebabkan karena kurang pemahaman tentang teori, maka kesalahan lain yang sering dilakukan oleh programer muda adalah kurang seringnya praktik membaca atau melihat source code orang lain. Ketika dia diminta untuk membuat program dalam bahasa C, maka programnya seperti di bawah ini :
#include
main()
{
printf(“Hello world\n”);
}
Contoh di atas membuat mata saya sakit ketika membacanya. Apa salahnya? Ada banyak. Peletakan kata kunci “main” yang masuk ke dalam tanpa sebab, peletakan tanda kurung kurawal pembuka dan penutup yang seenaknya (tidak lurus di baris sendiri atau mengikuti baris sebelumnya) merupakan hal yang menyebalkan bagi saya. Apakah Anda tidak gemas melihat source code semacam itu? Contoh pemrograman dalam bahasa lain juga hampir mirip kesalahannya. Apa yang dapat kita pelajari dari contoh ini? Style dari penulisan program ternyata harus juga dikuasai oleh seorang programer.
Program sebaiknya tidak hanya sekadar jalan, akan tetapi harus juga mudah dan indah jika dibaca. (Ingat artikel lalu tentang seni dan pemrograman?) Ada beberapa aliran style dalam penulisan program. Misalnya, ada yang menggunakan “tab” untuk indentation, tapi ada yang menggunakan spasi (spacebar). Dua-duanya dapat Anda lakukan, tapi Anda harus konsisten. Jika Anda menggunakan tab atau spasi, berapa karakter kosong yang Anda gunakan? Kemampuan pemrograman ini sama seperti kemampuan kita memainkan alat musik, gitar misalnya. Seorang pemain gitar yang andal perlu tahu teori-teori (chord, scale, picking), sering berlatih secara rutin, dan juga perlu melihat contoh style cara bermain gitaris kawakan. Seringkali ada hal-hal yang lebih cepat dipahami setelah melihat teori tersebut dipraktikkan.
Sering-sering melihat atau membaca source code dari programer kawakan akan memperkaya pengetahuan Anda dalam bidang pemrograman. Pendekatan open source, di mana kita bisa melihat source code dari sebuah program yang kita kagumi, membuat kita lebih mudah dalam meningkatkan kemampuan pemrograman kita. Nah, mari kita giatkan untuk membaca jurnal (teori) dan melihat source code (praktik).
Sumber : Ilmukomputer.com
Recent Comments